Wow Keren, Game jadi kategori aplikasi terpopuler di Indonesia

Wow Keren, Game jadi kategori aplikasi terpopuler di Indonesia

929
0
SHARE
Ilustrasi Bermain Game di Mobile phone

BUCTekno, Bekasiurbancity.com – Pemain ataupun pecintah game di Indonesia bisa terbilang sangat banyak, dari berbagai kalangan maupun golongan semua suka dengan game. Baik itu yang di handphone maupun Personal Computer (PC) dan online ataupun offline, semua senang memainkannya. Maka tak heran jika pada akhirnya game masuk ke dalam kategori aplikasi, karena keberadaannya memang sangat dibutuhkan terlebih lagi bagi masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan di Indonesia. Dengan bermain game bisa menghilangkan stress ataupun kejenuhan.

Baidu, sebuah perusahaan pengembang teknologi asal Tiongkok, di Kaffeine, Jakarta, Kamis (07/04/2016), mengumumkan hasil riset mengenai perilaku konsumen Indonesia terhadap aplikasi mobile. Penelitian yang bekerja sama dengan lembaga profesional GfK Indonesia ini menyebut aplikasi game, layanan pesan, dan media sosial menjadi kategori yang populer.

Pengunduhan aplikasi game di Indonesia dilakukan oleh 38 persen persen responden, layanan pesan sebesar 27 persen, sedangkan media sosial 19 persen. Uniknya, kategori aplikasi itu juga menjadi yang paling sering dihapus kembali oleh pengguna dengan komposisi game 50 persen, layanan pesan 29 persen, dan media sosial 16 persen.

Alasan penghapusan tersebut karena pengguna merasa aplikasi-aplikasi itu jarang dipakai (42 persen), memori tidak mencukupi (36 persen), atau bosan dengan aplikasi tersebut (27 persen).

Dilansir dari Beritagar.id, “Aplikasi mobile telah menjadi warna tersendiri dalam mendorong pertumbuhan bisnis di industri kreatif berbasis teknologi informasi. Temuan-temuan baru tentang perilaku serta minat pasar Indonesia terhadap aplikasi mobile, semakin menguatkan pentingnya keberadaan aplikasi mobile yang mendukung produktivitas dan gaya hidup,” ujar Bao Jianlei, Managing Director Baidu Indonesia.

Kelompok aplikasi lain yang juga digemari di Indonesia adalah aplikasi belanja daring (8 persen), transportasi (6 persen), buku dan aneka referensi (6 persen), peta dan navigasi (3 persen), serta berita dan informasi (3 persen).

Tabel rinci aplikasi terpopuler di Indonesia periode Oktober hingga November 2015
Tabel rinci aplikasi terpopuler di Indonesia periode Oktober hingga November 2015
Tabel rinci aplikasi terpopuler di Indonesia periode Oktober hingga November 2015
Tabel rinci aplikasi terpopuler di Indonesia periode Oktober hingga November 2015
Tabel rinci aplikasi terpopuler di Indonesia periode Oktober hingga November 2015
Tabel rinci aplikasi terpopuler di Indonesia periode Oktober hingga November 2015

Dalam kategori game, yang paling banyak diunduh di Indonesia adalah Google Play Games dengan persentase sebesar 29,9 persen. Dilanjutkan Clash of Clans sebesar 21,7 persen, LINE Lets Get Rich sebesar 12,4 persen, Pou dengan persentase 13,9 persen, dan Duel Otak sebesar 13,8 persen.

Untuk kategori perpesanan, BlackBerry Messenger atau BBM masih merajai dengan angka 92 persen. Menyusul Gmail yang diunduh 65,4 persen, WhatsApp yang digunakan oleh 64,4 persen, dan LINE yang diunduh 64,2 persen.

Sementara untuk kategori media sosial, Facebook masih juara dengan persentase sebesar 55,64 persen. Menyusul di bawahnya aplikasi pra-pemasangan untuk Android, Google+, dengan persentase 54,82 persen, Instagram sebesar 48,51 persen, Path sebesar 21,01 persen, dan Twitter yang mencapai 20,29 persen unduhan.

Selain itu, riset ini juga mengungkapkan bahwa pengguna gawai di Indonesia lebih banyak menggunakan aplikasi dibandingkan dengan peramban (browser). Aplikasi di gawai dengan persentase 97 persen dibandingkan dengan penggunaan peramban yang mendapatkan persentase 76 persen.

Kelompok pengguna yang paling aktif adalah mereka yang berusia 23 sampai 26 tahun.

Para pengguna mobile rata-rata meluangkan waktu 60 menit per hari untuk berinteraksi dengan aplikasi mobile yang telah diunduh ke dalam perangkat bergerak mereka.

Riset ini dilakukan di lima kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Bodetabek, Bandung, Surabaya, dan Semarang, serta diikuti oleh lebih dari 2.200 responden dari usia 13 hingga 55 tahun periode Oktober hingga bulan November 2015.

NO COMMENTS

Comments are closed.