Jejak Kolonial di Tapal Batas Karawang Bekasi

1535
0
SHARE

BUCTV, Bekasiurbancity.com – Pada masa pendudukan Belanda, Bekasi banyak dihuni oleh  pedagang Eropa maupun saudagar Cina. Para pendatang tersebut menguasai sebagian besar tanah di kawasan itu yang memang terkenal subur. Dari sinilah dikenal istilah landheer atau tuan tanah. Dibandingkan penduduk lokal yang hidup sederhana, tuan-tuan tanah hidup makmur dengan memanfaatkan hasil dari tanah yang mereka kuasai. Rumah yang megah menjadi salah satu ciri kesuksesan landheer di Bekasi. Salah satu bangunan peninggalan tuan tanah yang masih terpelihara sampai saat ini adalah Rumah Tuan Tanah Pebayuran.

Rumah Tuan Tanah Pebayuran berlokasi di Jalan Raya Pebayuran, Desa Pebayuran, Kecamatan Pebayuran, Bekasi. Rumah tersebut awalnya dimiliki oleh saudagar Cina yang merupakan tuan tanah kawasan Pebayuran. Secara umum rumah milik landheer Pebayuran itu memiliki arsitektur bergaya art deco. Meski demikian, rumah tersebut juga menampilkan sedikit unsur bangunan Cina karena pengaruh pemiliknya.

Arsitektur art deco mengusung konsep tampil beda, baru, lebih menarik dari yang lain, serta tidak kuno. Ciri khas arsitektur era awal abad ke-20 tersebut pada Rumah Tuan Tanah Pebayuran terutama tampak pada bentuk rumah yang menyerupai lambang palang merah. Selain tembok yang berwarta cerah, bangunan seluas 1000 meter persegi itu juga menggunakan genting tanah liat berwarna terang. Pada bagian beranda depan terdapat hiasan geometris (melengkung) dengan ornamen kubistik.

Rumah Tuan Tanah Pebayuran juga memiliki halaman yang lapang. Sekitar lima pulum meter di sebelah utara bangunan megah tersebut terdapat bekas gudang atau pabrik. Diperkirakan bangunan tersebut dahulunya merupakan pabik penggilingan padi karena di dalamnya masih tersimpan mesin penggiling padi. Pada sisi sebelah barat terdapat bangunan-bangunan tambahan meski kondisinya sudah tidak utuh.

Pada masa perang kemerdekaan, Rumah Tuan Tanah Pebayuran pernah digunakan sebagai tempat singgah Ir. Soekarno sebelum dibawa ke Rengasdengklok. Di sini sang proklamator memberikan arahan kepada para pejuang setempat. Saat ini bangunan yang hampir berusia satu abad itu digunakan sebagai kantor polisi Sektor Pebayuran sekaligus sebagai ruang pertemuan.

Bila ingin mengunjungi Rumah Tuan Tanah Pebayuran Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi. Dari Jakarta pilih rute menuju Bekasi lewat Tol Jakarta-Cikampek. Selanjutnya keluar melalui Jalan Akses Tol di Cibitung dan menuju Jalan Iman Bonjol. Sampai Stasiun Cikarang belok ke Jalan Gatot Subroto kemudian Jalan Ki Hajar Dewantara. Ikuti Jalan tersebut hingga Jalan Raya Pebayuran tempat bangunan bersejarah yang Anda tuju.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY