Puluhan Kilometer Jalan di Bekasi Masih Berupa Tanah

Puluhan Kilometer Jalan di Bekasi Masih Berupa Tanah

112
0
SHARE
Ilustrasi Jalan

Bekasi, Bekasiurbancity.com – Perkembang pesat Bekasi rupanya tak seimbang dengan infrastruktur maupun sarana pendukungnya. Pasalnya masih ada sekitar 85 kilometer dari 929 kilometer jalan di Kabupaten Bekasi,Jawa Barat hingga kini masih berupa jalan tanah. Selain masih tanah, jalan tanah tersebut belum tersetuh pembangunan infrastruktur dari pemerintah. Dan sebagian jalan itu rusak yang dapat ditemui di beberapa titik di 23 kecamatan.

”Setelah kita lakukan pendataan kurang dari 90 kilometer jalan milik Kabupaten Bekasi masih berupa jalan tanah, selain tanah sebagian kondisinya rusak,” ujar Sekretaris Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Henry Lincoln.

Dilansir dari poskotanews.com, Henry Lincoln mengatakan jalan milik Kabupaten Bekasi itu selama beberapa tahun tidak pernah tersentuh oleh pemerintah. Sehingga, tahun ini sekitar 83 kilometer tersebut akan dibangun infratruktur jalan beton secara bertahap.”Kebanyakan jalan tanah itu berada di wilayah pelosok,” terangnya.

Untuk pembangunan infrastruktur jalan tanah menjadi beton, kata dia, pemerintah mengalokasikan anggaran hingga miliaran rupiah dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017. ”Untuk membangun jalan tanah dan rusak tersebut telah dianggarkan miliaran rupiah ditahun ini,” tandas dia.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Infrastruktur dan Transportasi pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi, Fuad Hasan mengatakan Tidak hanya itu, jalan tersebut juga belum tersentuh infrastruktur oleh pemerintah daerah seperti pembangunan trotoar dan taman, sehingga ruas jalannya tampak kumuh.

“Pendataan kami, kurang lebih 85 kilometer jalan dari total panjang 929 kilometer di Kabupaten Bekasi masih berupa tanah, ” ujar Kepala Sub Bidang Infrastruktur dan Transportasi pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi, Fuad Hasan pada Senin (3/4).

Fuad menjelaskan, seluruh jalan itu tersebar di 19 dari 23 kecamatan yang ada di wilayah setempat.

Mengingat banyaknya lokasi itu, maka pemerintah membagi empat wilayah sasaran pembangunan.

Untuk wilayah utara adalah Kecamatan Babelan, Tambun Utara, Tarumajaya dan Muaragembong. Lalu di wilayah selatan meliputi Kecamatan Cikarang Pusat, Setu, Serangbaru, Cibarusah dan Bojongmangu.

 Sedangkan di wilayah pusat seperti Kecamatan Tambun Selatan, Cibitung dan Cikarang Barat.

Terakhir wilayah timur di Kecamatan Sukatani, Karangbahagia, Pebayuran, Sukakarya, Kedungwaringin, Tambelang dan Cabangbungin.

“Pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap dan skala prioritas pembangunan berdasarkan hasil musyawarah dan perencanaan pembangunan (musrenbang),” katanya.

Menurut dia, pembagian pembangunan wilayah ini untuk  mempermudah pemerintah dalam mengetahui sejauh mana pembangunan daerah.

Kedepan, hasilnya akan dirasakan oleh masyarakat karena pembangunan dilakukan secara merata.

Dia menambahkan, perbaikan infrastruktur jalan tanah menjadi beton dialokasikan menggunakan dana dari dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017.

Pembangunan, kata dia, dilakukan oleh dinas teknis yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi dengan biaya hinggar ratusan miliar.

NO COMMENTS

Comments are closed.