Portal Properti Bantu Dongkrak Penghasilan Agen Properti

Portal Properti Bantu Dongkrak Penghasilan Agen Properti

484
0
SHARE
Ilustrasi Agen Properti

BUCProperti, Bekasiurbancity.com – Selama sepuluh tahun terakhir internet telah mentransformasi berbagai sektor bisnis, termasuk industri  real estate. Munculnya portal properti online seperti Lamudi Indonesia dapat memberikan kemudahan bagi para pencari properti untuk menemukan properti idaman mereka.

Dibeberapa kasus, ternyata perubahan ke cara online ini ternyata “membunh” banyak sektor usaha, contohnya seperti agen travel, dealer mobil dan broker saham. Namun menariknya, agen real estate tak begitu terpengaruh walaupun industri real estate sendiri dengan cepat beralih ke cara online. Menurut National Association of Realtors, 90% konsumen mulai mencari properti secara online dan persentase ini terus meningkat di pasar negara berkembang.

Tetapi kenyataannya komisi bagi para agen real estate tetap stabil dari tahun 2002 hingga 2015. Di Meksiko, para agen real estate bahkan bisa mendapat komisi sebesar 10% dari multiple listing dan rata-rata mereka mendapatkan komisi 7.5%, dimana angka tersebut tidak berubah selama 13 tahun. Di Indonesia, komisi agen real estate memang mengalami sedikit penurunan dari 5% menjadi 4%. Tak berbeda dengan yang terjadi di Filipina; tetapi angka tersebut bukanlah sesuatu yang buruk dalam 13 tahun terakhir mengingat sekarang terjadi perubahan besar-besaran pada bidang teknologi.

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Salah satu alasannya adalah karena efisiensi pasar memiliki korelasi dengan biaya broker properti. Jadi ketika GDP per kapita meningkat, jumlah penjualan para agen juga ikut meningkat. Perusahaan classifieds real estate juga sangat membantu efisiensi pasar dengan cara memangkas biaya iklan serta marketing properti yang dijual dengan mudah melalui aplikasi di smartphone tanpa harus mencetak brosur untuk beriklan.

Meskipun digempur oleh kemajuan teknologi, namun hubungan antara agen real estate dengan calon pembeli tetap tak bisa dipisahkan. “Tidak ada orang yang ingin membeli rumah dari sebuah robot,” ucap Mart Polman, managing director Lamudi Indonesia. “Kami sudah mengetahui dari awal kami membangun bisnis ini, bahwa dengan memiliki agen yang terpercaya akan menjadi satu pilar keberhasilan.” Masyarakat masih butuh untuk bertemu secara langsung dengan penjual ketika akan melakukan transaksi terbesar dalam hidup mereka. Teknologi memang memberikan informasi lebih dan transparansi ketika Anda mencari hunian misalnya melalui virtual reality, namun proses dan langkah-langkah yang perlu ditempuh ketika akan membeli rumah masih sama seperti 10 tahun yang lalu.

Lamudi.co.id

NO COMMENTS

Comments are closed.