Penyebab Terjadinya Banjir di Muaragembong

Penyebab Terjadinya Banjir di Muaragembong

477
0
SHARE
Banjir di Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Source Foto : www.facebook.com/asepsaefuliman

Bekasi, Bekasiurbancity.com – Bagian hilir Sungai Citarum masih membanjiri permukiman warga di Kecamaatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ketianggian air sudah mulai surut, pagi ini ketinggian sekitar 30 centimeter (cm). Air akan naik kembali ke permukiman warga seiring debit Sungai Citarum meningkat, saat pintu Waduk Saguling, Bandung, Jawa Barat, dibuka kembali.

Dilansir dari dari suara pembaruan, Terjadinya luapan air Sungai Citarum dikarenakan ada beberapa titik masih dalam pengerjaan PT Wijaya Karya (Wika). “Ada sekitar 500 meter ‘sheet pile’ yang belum dikerjakan PT Wika, yakni di Titik 5 dan Titik 6, di Desa Pantaibakti, Kecamatan Muaragembong. Luapan air masuk melalui pembangunan ‘sheet pile’ yang belum rampung,” ujar Camat Muaragembong, Faahrurozi, Senin (21/11/2016).

Dia mengatakan, pagi ini air yang membanjiri permukiman warga sudah mulai surut. “Sebelumnya, ketinggian air mencapai 50 cm di dalam perumahan, tapi pagi sudah mulai surut sekitar 20-30 cm,” ujarnya.

Memang, kata dia, ada beberapa tanggul yang tergerus arus sungai sehingga air masuk dari celah-celah tanggul Sungai Citarum.

Selama tanggul belum diperbaiki, perumahan warga di Muaragembong atau tepatnya di Desa Pantaibakti, akan terus tergenang luapan Sungai Citarum. “Terlebih lagi, pintu Waduk Saguling yang dibuka, pasti akan berdampak di hilir Sungai Citarum terutama di pembangunan ‘sheet pile’ Titik 5 dan Titik 6 tersebut,” ujarnya.

Setelah debit Sungai Citarum menyurut, kata dia, PT Wika akan melanjutkan kembali pembangunan “sheet pile” sepanjang 500 meter. “Rencananya, tanggul sepanjang 500 meter dan setinggi 2 meter akan dilanjutkan pada 2017, menunggu musim hujan selesai. Agar pembangunan tanggul dapat maksimal tidak terganggu luapan sungai,” ujarnya.

Meski begitu, kata dia, pemerintah daerah dan swasta, tetap bersiaga membantu menyediakan kebutuhan sehari-hari warga yang terdampak banjir luapan Sungai Citarum. Untuk sementara, pemerintah daerah menyiapkan karung berisi pasir serta bambu sebagai penahan luapan air sungai.

“Ada sekitar 400-500 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir. Kami sebagai pemerintah daerah menyediakan kebutuhan sehari-hari warga yang terkena banjir. Bahkan, pihak swasta juga ikut membantu warga kami dengan memberikan sembako, pakaian, makanan siap saji dan sebagainya,” ucapnya.

Menurut Fahrurozi bantuan kepada warga yang terdampak banjir sudah melimpah. “Beberapa komunitas dari Bekasi memberikan bantuan kepada masyarakat. Warga tidak khawatir kekurangan makanan,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Puskesmas setempat juga menyediakan keperluan obat-obat kepada warga. “Penyakit yang timbul biasanya gatal-gatal. Puskesmas kami bersiaga di lokasi memberikan pelayanan obat,” imbuhnya.

PT Wika, kata Fahrurozi, juga membantu masyarakat yang kebanjiran dengan memberikan bantuan sembako dan makanan siap saji di Posko banjir. “PT Wika merasa bertanggung jawab dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang kebanjiran. Dan warga yang terkena banjir juga sudah bisa menerima kejadian ini,” imbuhnya.

NO COMMENTS

Comments are closed.