Pemerintah Kota Bekasi Bangun Pusat Rehabilitasi Gangguan Jiwa

Pemerintah Kota Bekasi Bangun Pusat Rehabilitasi Gangguan Jiwa

276
0
SHARE
ilustrasi Rehabilitasi, Foto: BeritaSatu

Bekasi, Bekasiurbancity.com – Dalam upaya meningkatkan kesehatan di wilayah Kota Bekasi, Pemerintah Kota (pemkot) Bekasi, Jawa Barat akan membangun fasilitas pusat rehabilitasi terpadu penanganan penyakit gangguan jiwa. Pemkot kini memiliki dua alternatif kawasan yang dinilai ideal untuk pembangunan fasilitas pusat rehabilitasi tersebut.

Dilansir dari kontan.co.id, Kepala Bidang Penanggulangan Fakir Miskin Dinas Sosial Kota Bekasi Teti Handayani mengatakan ada dua alternatif kawasan untuk dibangun fasilitas pusat rehabilitas, saat ini pihaknya menunggu proses pemilihan kedua lahan tersebut dari pemkot Bekasi.

“Dua kawasan itu berada di Kecamatan Bantargebang, yakni Kelurahan Padurenan atau di Kelurahan Sumurbatu,” kata Teti Handayani di Bekasi, Minggu (26/03/2017).

Kedua kawasan itu, kata Teti, dinilai representatif karena keberadaan lahan yang masih luas dengan harga pembebasannya yang tidak terlalu membebani keuangan daerah.

Menurut Teti, wacana pembangunan fasilitas itu sudah sampai pada tahapan pengajuan ke Pemkot Bekasi untuk proses pemilihan lokasi. “Ditargetkan pada 2018, Kota Bekasi sudah bisa memiliki bangunan pusat rehabilitasi terpadu gangguan jiwa yang bisa dimanfaatkan oleh warga untuk kepentingan bersama,” katanya.

Lanjutnya, Pemkot Bekasi juga telah merampungkan proses detail enginering design (DED) atas bangunan dan fasilitas layanan tersebut.

“Program kerja ini sejalan dengan upaya pengentasan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), sehingga keberadaan bangunan tersebut dipandang sangat penting di Kota Bekasi,” katanya.

Fasilitas itu akan ditunjang dengan sejumlah sumber daya manusia (SDM) yang berkemampuan di bidangnya serta sejumlah fasilitas pendukung kegiatan penyembuhan gangguan kejiwaan. “Kita perlengkapi fasilitas itu dengan psikiater yang handal serta sarana dan prasarana penunjang yang ideal,” imbuh Teti.

Hingga kini Pemkot Bekasi belum memiliki fasilitas itu, sehingga persoalan penanganan gangguan kejiwaan masih ditangani oleh sejumlah yayasan swasta di bidang tersebut.

NO COMMENTS

Comments are closed.