Inilah Awal Sejarah Pergerakan Buruh di Indonesia

Inilah Awal Sejarah Pergerakan Buruh di Indonesia

1862
0
SHARE
Bung Karno Pada Rapat Buruh 1 Mei 1946 (Sumber Koran Merdeka, 1946))

BUCFact, Bekasiurbancity.com – Beberapa hari terakhir, pembaca banyak disuguhkan tentang isu berita mogok nasional yang akan dilakukan para buruh. Pergerakan ini tentu tidak terjadi begitu saja. Faktanya aksi ini sudah melalui sejarah panjang, bahkan sejak zaman kolonial.

Media pemberitaan dalam hampir sebulan ini dipenuhi dengan isu para buruh yang kerap melakukan demonstrasi di depan kantor pemerintahan sejumlah daerah, seperti Jakarta, Bekasi, Tangerang, Depok, dan daerah lainnya.

Tujuan aksi ini karena para buruh menolak upah murah, menuntut peningkatan fasilitas BPJS, hingga pencabutan PP-78 tahun 2015 yang dinilai merugikan pekerja.

Aksi para buruh bukan menjadi hal baru. Pergerakan ini sudah terjadi sejak akhir abad 18 silam. Sejarah panjang pergerakan buruh di negeri kita dikupas secara mendalam di buku “Sejarah Pergerakan Buruh Indonesia” yang ditulis oleh Sandra dan diterbitkan ulang oleh Trade Union Rights Centre (TURC) pada 2007.

Dalam buku itu disebutkan, pergerakan buruh di negeri ini dimulai tepat pada 1897 dengan mendirikan serikat buruh yang pertama bernama NIOG (Nederland Indies Onderw Genoots) atau serikat guru-guru bangsa Belanda.

Jadi, asal-usul munculnya gerakan buruh justru dimulai dari inisiatif bangsa kolonial. Hal ini justru menjadi pendorong bagi pertumbuhan organisasi di antara bangsa sendiri hingga saat ini.

Pada 1908 menjadi cikal bakal lahirnya organisasi buruh Indonesia. berdiri serikat buruh bangsa Indonesia yang bernama VSTP (Verenining v. Spoor en Tram Personeel) atau serikat pegawai kereta api. Perlu diketahui, pergerakan kaum buruh pada awal kelahirannya ternyata banyak dipengaruhi rasa kebangkitan nasional yang dikobarkan dari partai politik saat itu.

Di tahun selanjutnya, berdiri organisasi-organisasi lain, seperti PBP (Perkumpulan Bumi Putra Pabean) pada 1911; PGB (Perkumpulan Guru Bantu) pada 1912; Persatuan Pegawai Pegadaian Bumi Putra (PPPB) pada 1914; ORB (Upium Regie Bond); dan Vereninging van Inlandsch Personeel Burgerlijk Openbare Werken pada 1916.

Zaman sebelum kemerdekaan, aksi pergerakan buruh disebabkan banyaknya pengurus serikat yang ditangkap karena dituduh sebagai komplotan yang ingin merubuhkan kekuasaan. Hal ini ditambah dengan penangkapan besar-besaran orang politik sehingga suasana pergerakan kian sepi.

Aksi buruh kembali memanas sekitar tahun 1927. Belajar dari pengalaman pahit, kali ini pergerakan buruh tidak lagi ikut dalam percaturan politik, tetapi berfokus pada persoalan sosial dan ekonomi di tempat kerja.

Pada 15 September 1945 lahir sebuah organisasi massa buruh yang bernama BBI (Barisan Buruh Indonesia). Dalam kongresnya pada September 1945, yang dihadiri oleh kaum buruh dan tani, tercetuslah Partai Buruh Indonesia. Untuk kaum perempuan dibentuk Barisan Buruh Wanita (BBW).

Tepat pada 1973 Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) didirikan sebagai satu-satunya serikat buruh yang diakui pemerintah. Kemudian, pada 1995 Struktur Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), dengan 13 federasi serikat pekerja sektoralnya berubah dari kesatuan menjadi federasi dengan nama Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPSI) hingga saat ini.

Jika berbicara tentang buruh memang tak bisa dari sosok Bung Karno. Sang proklamator yang selalu hadir dalam perayaan Hari Buruh ini menyatakan perjuangan politik paling minimum gerakan buruh adalah mempertahankan politieke toestand, yakni sebuah keadaan politik yang memungkinkan gerakan buruh bebas berserikat, bebas berkumpul, bebas mengkritik, dan bebas berpendapat.

Saat ini gerakan buruh Indonesia telah sampai pada tahap politieke toestand. Namun, jika melihat kondisi sekarang Soekarno pasti akan kecewa karena kebebasan berserikat yang dimiliki buruh, bukannya dimanfaatkan untuk memasuki fase lanjutan pembangunan, tetapi dilakoni dengan mendirikan banyak organisasi buruh, berlomba-lomba menjadi pemimpin buruh.

Asri Bening 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY