Komunitas Pecinta Reptile

SAM_0056BekasiUrbanCity.com – Mungkin banyak dari sebagian orang yang takut bahkan geli dengan binatang melata ini, namun beda halnya dengan orang – orang di komunitas reptile ini. Bekasi coldblooded adalah sebuah komuni pecinta reptile, bukan hanya ular tapi semua jenis reptile termasuk Kura – kura, Kegiatan komunitas ini sendiri adalah mengedukasi dan melestarikan hewan – hewan bisa dibilang eksotik ini seperti ular – ular langka maupun dari jenis kadal. Mereka biasanya mengadakan gathering setiap satu bulan dua kali, dalam gathering tersebut setiap anggota saling sharing mengenai hewan reptile piaraannya dan memperkenalkan hewan reptile ke masyarakat mereka biasa melakukan gathering di jadwalnya car free day ( hari bebas kendaraan ) yang dicanangkan oleh walikota bekasi. dimana masyarakat umum melakukan aktifitas santai  dijalanan yang telah menjadi tempat car free day tersebut, selain gathering mereka juga sering melakukan perburuan atau biasa mereka sebut dengan herping ke tempat – tempat yang masih banyak habitat reptil untuk nantinya di pelihara dan dikembangbiakan selain kegiatan tersebut mereka juga sering mengadakan baksos serta gathering mingguan di rumah setiap anggota.

Komunitas yang sudah berdiri sejak tahun 2010 ini awalnya hanya mempunyai 15 orang anggota hingga saat ini jumlah anggota yang aktif sudah mencapai 50 orang, dan mayoritas hewan reptile yang dipelihara oleh setiap anggota adalah ular,walaupun ada sebagian juga yang memelihara jenis reptile lainnya seperti kadal, biawak, dan kura – kura. Komunitas ini selalu terbuka dan menyambut baik buat siapa saja yang ingin masuk menjadi anggota dan ingin mempelajari tentang reptile, “tidak harus punya hewan peliharaan seperti ular dan hewan melata lainnya, buat yang baru ingin mengena serta mempelajari soal reptil, kita selalu terbuka untuk bisa gabung ke komunitas bekasi coldblooded ini”, obong ketua komunitas memberitahukan kepada wartawan buc.

Hobi memelihara reptile sebenarnya tidak terlalu sulit dan merepotkan, tidak menimbulkan keberisikan dan boros dalam hal makanannya, “ hewan melata atau reptile bukan hewan yang untuk di takuti ini adalah hewan peliharaan alternatif untuk masyarakat urban, kalau kita sudah mengenal dan faham lebih dekat tidak seburuk apa yang dibayangkan kalau reptile ini hewan berbahaya dan buas, kita berharap juga karena hewan reptil ini adalah hewan konservasi hewan eksotik yang dilindungi oleh undang – undang yang akhirnya mentoknya dengan hukum kita berharap hal seperti ini bisa menjadi sebagai wadahnya, konservasi yang berbasis dari hobi jadi untuk masalah penangkaran pelestarian hewan ini bisa lebih mudah tujuan utama kami adalah untuk menjaga dan terus melestarikan hewan reptile agar tidak cepat punah karena banyak dari masyarakat kita di indonesia yang memburu reptile secara eksploitatif untuk dijadikan produk maupun konsumsi”, obong ketua komunitas menuturkan harapannya kepada wartawan buc.

dalam hal makanan dan perawatan untuk hewan reptile sendiri tidaklah sulit dan susah, simple sebenarnya mereka tidak menuntut untuk dipelihara ditempat yang luas, dan tidak menuntut untuk dibawa untuk dibawa berjalan – jalan seperti hewan piaraan dari jenis lain, terus kemudian juga dalam hal makan reptile juga tidak menuntut untuk makan setiap hari karena reptile mempunyai tempo dalam hal mengkonsumsi makanannya, seperti halnya ular yang hanya makan satu bulan sekali”, obong menuturkan kepada wartawan buc. reptile sebenarnya menjadi hewan peliharaan alternatif untuk masyarakat urban di bekasi, “reptile tidak menimbulkan suara berisik, dan tidak rewel juga, ya pokoknya perawatan dan pemeliharaanya gampang asal mau belajar tentang reptile sama seperti halnya belajar biologi tentang makhluk hidup jenis reptile”, obong mengakhiri pembicaraan kepada wartawan buc. (eko/buc)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

362 views