Bekasi Kota Bulan

Bekasi Kota Bulan

3696
0
SHARE

Bekasi kota Bulan coverBekasi, Bekasiurbancity.com – Beberapa Bulan lalu Kota Bekasi sempat menjadi Bahan Bully an oleh Netizen Jakarta, padahal mereka yang membully tidak tahu sebenarnya jika ternyata bukanlah kota sembarangan. Pasalnya, nama kota ini tercatat dalam sejarah melalui prasasti tugu tulis peninggalan Kerajaan Tarumanagara.

Dilansir dari Liputan6com, Kamis (30/4/2015), asal-usul nama Bekasi secara filologis berasal dari candrabhaga. Candra berarti bulan atau sasi dalam bahasa Jawa Kuno. Dan bhaga berarti bagian. Jadi Candrabhaga berarti bagian dari bulan.

Kata Candrabhaga dalam plafalannya terkadang berubah menjadi Sasibhaga atau Bhagasasi. Namun dalam pengucapannya sering disingkat Bhagasi. Dan karena pengaruh bahasa Belanda sering ditulis Bacassie.

Seperti halnya di Stasiun Kereta Api Lemahabang pernah ditemukan plang nama Bacassie. Dan seiring waktu, kata Bacassie kemudian berubah menjadi Bekasi sampai sekarang.

ama stasiun ini berasal dari dusun tempat stasiun ini berada. Namun kini lambat laun nama Lemah Abang semakin pudar. Salah satu kecamatan yang diberi nama Lemah Abang juga sudah tidak ada lagi. Nyaris peninggalan yang masih nampak saat ini hanyalah stasiun Lemah Abang semata. Padahal Lemahabang mempunyai sejarah yang cukup panjang di Bekasi. ( Foto: BUC )
Nama stasiun ini berasal dari dusun tempat stasiun ini berada. Namun kini lambat laun nama Lemah Abang semakin pudar. Salah satu kecamatan yang diberi nama Lemah Abang juga sudah tidak ada lagi. Nyaris peninggalan yang masih nampak saat ini hanyalah stasiun Lemah Abang semata. Padahal Lemahabang mempunyai sejarah yang cukup panjang di Bekasi. ( Foto: BUC )

Dalam sejarah Bekasi yang tertulis dalam prasasti tugu, di ceritakan pada masa pemerintahan Raja Purnawarman dari Kerajaan Tarumanagara, diperintahkan penggalian 2 sungai untuk kebutuhan irigasi. Dua Sungai itu yakni Sungai Candrabhaga (Kali Bekasi) dan Sungai Gomati. Candrabhaga dan Gomati adalah 2 sungai yang terkenal di Tanah Hindu, India. Penggalian 2 sungai ini mengindikasikan mulai dibukanya lahan pertanian yang subur di daerah ini.

Selain itu, tujuan penggalian adalah mengalirkan air sungai tersebut ke laut, setelah melewati istana kerajaannya. Penggalian dilakukan pada tahun ke-22 masa pemerintahan Raja Purnawarman bulan phalguna dan caitra, bertepatan dengan bulan Februari dan April menurut perhitungan tahun Masehi.

Panjang galian 6.122 tumbak atau 11 kilometer. Diduga, saluran itu dibuat untuk mengatasi banjir yang selalu melanda daerah pertanian setiap kali hujan paling lebat melanda tanah Jawa Barat di bulan Januari dan Februari. Acara selamatan dan syukuran pun digelar para brahmana disertai pemberian hadiah berupa 1.000 ekor sapi.

Tak cuma Tarumanagara, sejumlah kerajaan lain juga pernah menjadikan Bekasi sebagai wilayahnya. Misalnya Padjajaran, Sumedanglarang (bagian dari Kerajaan Mataram), dan Jayakarta. Ada 1 lagi nama kerajayaan yang dipercaya pernah memerintah Bekasi, yakni Segara Pasir. Dipercaya, Kerajaan Segara Pasir inilah yang pertama ada di Bekasi. Jauh sebelum Kerajaan Tarumanagara.

Peninggalan sejarah situs buni
Salah satu sisa-sisa peninggalan di Situs Buni, Bekasi. Data-data yang dikumpulkan menyatakan bahwa situs Buni adalah kompleks pemakaman resi. Maka tidak mengherankan, jika sampai saat ini warga masih mudah menemukan sejumlah benda-benda purbakala, seperti manik-manik, mata tombak, perhiasan, dan tulang belulang. Bahkan, pada tahun 1950-1980-an, Situs Buni menjadi “surga” bagi para pemburu harta karun. ( Foto: BUC )

Hingga saat ini aliran sungai aslinya masih ada di daerah Babelan, Desa Buni Bhakti. Namun, Belum bisa dipastikan hingga saat ini oleh Ahli sejarah apakah aliran sungai yang berada di Desa Buni Bhakti merupakan sisa dari penggalian masa kerajaan Tarumanegara atau kerajaan lainnya yang pernah ada di Bekasi. Bukti-bukti yang ditemukan hingga saat ini, di Desa tersebut terdapat sisa peninggalan-peninggalan seperti perkakas rumah dan senjata-senjata tradisional pada masa Kerjaaan.

Salah satu aliran kali di daerah Buni Bhakti, Babelan, Bekasi yang diperkirakan merupakan kali Gomati sisa peninggalan pembangunan sungai saat masa kerajaan Tarumanegara. ( Foto: BUC)
Salah satu aliran kali di daerah Buni Bhakti, Babelan, Bekasi yang diperkirakan merupakan kali Gomati sisa peninggalan pembangunan sungai saat masa kerajaan Tarumanegara. ( Foto: BUC)

Selain adanya bekas aliran sungai, beberapa desa di Bekasi juga masih ada yang menggunakan nama-nama desa pada jaman kerjaan Tarumanegara seperti Tarumajaya, Bekasi utara, Kabupaten Bekasi.

Jadi buat siapapun yang ingin membully lagi Bekasi, harus baca dulu asal usulnya jangan asal membully. Memang benar Bekasi saat ini telah banyak mengalami perubahan, dari awalnya hanya berupa rawa-rawa, Hutan, dan pedesaan. Sekarang sudah menjadi Kota Megapolitan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY