5 Sejarah Umum Kota Bekasi yang Hampir Terlupakan

5 Sejarah Umum Kota Bekasi yang Hampir Terlupakan

5159
0
SHARE
Tempat Indah di Bekasi. Foto: Ridwan Arif

Bekasi, Bekasiurbancity.com – Adanya kehidupan saat ini tak lepas dari sejarah yang terjadi dimasa lampau. Sejarah adalah hal yang tak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia, karena itulah sebenarnya penting untuk selalu mengingat sejarah. Sebab, sejarah bisa kembali terulang, dari situlah pentingnya generasi muda saat ini untuk mempelajari sejarah. Terlebih lagi sejarah tentang daerah tempat tinggalnya. Seperti saat ini yang akan diulas, tentang hampir dilupakannya sejarah umum Kota Bekasi.

sesungguhnya apakah pengertian dari Kota Bekasi? Sebagaimana kita ketahui, Kota Bekasi sering disebut sebagai Kota Patriot dengan pengertian semangat pengabdian dalam perjuangan bangsa, dimana semua melekat pada lambang daerah Kota Bekasi.
Kota Bekasi itu secara administratif sudah termasuk kedalam provinsi Jawa Barat, Indonesia. Bahkan Kota Bekasi itu merupakan kota terbesar ke-4 di Indonesia dan masuk kedalam wilayah JABODETABEK. Perkembangan di Kota Bekasi sangat berkembang pesat. Buktinya Kota Bekasi adalah kawasan kota sentra industri dan kawasan tempat tinggal kaum urban. Namun meski demikian masih banyak orang menganggap bahwa Kota Bekasi itu adalah kota Jakarta.
Pesatnya kemajuan jaman yang ada saat ini, membuat banyak orang yang tidak mengetahui sejarah Kota Bekasi, bahkan Warga Kota Bekasi sendiri masih banyak yang belum mengetahui sejarahnya. Berangkat dari hal itu, penulis merasa tertarik untuk membuat sebuah tulisan perihal topik sejarah kota bekasi dimaksud.
Dilansir dari sebuah laman partukkoan.com, ada 3 faktor mengapa masih warga Kota Bekasi terutama generasi muda saat ini, tidak mengetahui sejarah asli daerahnya.
  1. Kurang maksimalnya Pemerintah Kota Bekasi terhadap peninggalan sejarah yang seharusnya dikupas lebih jauh agar mayarakat dari tidak tahu menjadi tahu.
  2. Masuknya kebudayaan barat dan kemajuan tekhnologi yang sangat pesat terhadap Bangsa Indonesia, sehingga mereka enggan mempelajari sejarah kotanya sendiri.
  3. Kurangnya kesadaran dan inisiatif dari dalam diri sendiri.
Untuk menepis ketidaktahuan warga akan sejarah kotanya, marilah kita kupas peninggalan sejarah di Kota Patriot ini. Kota Bekasi memiliki bangunan-bangunan yang bersejarah cukup unik, diantaranya.

1) Gedong Papak

Gedong Papak Bekasi, Terletak di Jalan Ir.H.Juanda, Kota Bekasi. Foto: Eko/Bekasiurbancity.com
Gedong Papak Bekasi, Terletak di Jalan Ir.H.Juanda, Kota Bekasi. Foto: Eko/Bekasiurbancity.com
Bangunan tersebut merupakan salahsatu saksi perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan. Tidak banyak orang yang mengetahuinya, bahkan warga kota Bekasi sendiri. Gedong papak belokasi di depan kantor KPU kota Bekasi, Jln H Juanda Margahayu Bekasi Timur Kota Bekasi, Jawa Barat.
Sekitar 8 tahun ini, bangunan tersebut beralih fungsi menjadi sebuah tempat ibadah masyarakat setempat. Gedong Papak mulai didirikan pada tahun 1930 oleh seorang pemilik tanah. Beliau bernama Lee Guan Tjin dan berasal dari Tionghoa. Beliau juga terkenal sangat dermawan dan cinta indonesia.
Kemudian tahun 1945, beliau menyerahkan bangunan itu kepada pejuang Kota Bekasi. Setelah Indonesia Merdeka, bangunan tersebut menjadi kantor dinas bupati atau walikota. Pada tahun 2004 dibawah kepemimpinan walikota Akhmad Zurfa’ih, bangunan sejarah “Gedong Papak” dijadikan Musholla. Yang digunakan untuk shalat serta melakukan berbagai aktivitas agama pada bulan suci Ramadhan. Musholla ini juga dapat mencapai jumlah maximal 50 jama’ah.
Gedong pakpak itu berlantai dua. Lantai satu digunakan untuk musholla dan lantai dua digunakan untuk tempat Kantor Komisi Pemberantasan AIDS daerah kota Bekasi. Rasa kurang peduli terhadap peninggalan bersejarah yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Bekasi membuat generasi muda tidak tahu apapun bahwa bangunan itu pernah menjadi tempat berkumpulnya para pejuang Bekasi.
Perlu kita ketahui, sebutan Gedong yang berarti rumah atau bangunan dan papak singkatan dari pak-pak atau rumah yang tidak menggunakan atap tetapi diratakan atau diplester.

2) Kerajaan Tarumanegara

Prasasti Ciaruteun salah satu bukti adanya kerajaan Tarumanegara berdiri di wilayah Bekasi.
Prasasti Ciaruteun salah satu bukti adanya kerajaan Tarumanegara berdiri di wilayah Bekasi.
Dahulu kala, Bekasi merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Hindu yang berpaham wisnu. Kerajaan tersebut berkuasa di Nusantara sejak abad ke-4 hingga abad ke-7 M.Salah satu peninggalannya yang mungkin kita kenal adalah Prastasi Tugu. Prastasi tersebut ditemukan di kampung Batutumbu, kecamatan Tarumajaya, Desa Tugu, Kabupaten Bekasi. Sekarang, Prastasi tersebut disimpan di Museum Sejarah Jakarta.
Selain mengetahui nama prastasinya, tak ada salahnya jika kita mengetahui juga tentang isi perjanjian Prastasi Tugu tersebut yaitu, “Menerangkan tentang penggalian sungai Chandrabaga oleh Ramadirajaguru dan penggalian sungai Gomati oleh Purnawarman pada thn ke-22 masa pemerintahan mereka”. Yang bertujuan agar terhindar dari bencana alam banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Pernawarman dan bencana kekeringan pada musim kemarau.
Ternyata, sungai Chandrabaga dan Gomati digali pada abad ke 617 M sekarang adalah Kali Bekasi. Panjang penggaliannya sekitar 6112 tombak (11meter panjangnya). Setelah penggalian, biasanya sang prabu menyedekahkan 1000 ekor sapi kepada kaum Brahmana.

3) Kerajaan Segara Pasir

Menurut ahli Antropologi dan Sejarawan Betawi, Ridwan Saidi.Rupanya, Kerajaan Tarumanegara bukanlah Kerajaan pertama di Bekasi. Karena sebelum itu terdapat Kerajaan yang bernama Segara Pasir.Sebelum Masehi, di tutur Pasundan terdapat 46 Kerajaan. Salah satunya yaitu Kerajaan Segara Pasir yang memiliki kekuasaan di pesisir pantai Utara Bekasi. Hal ini dapat kita buktikan dengan adanya Situs Bumi yang berada di wilayah Kab.Babelan. Contohnya kita banyak menemukan perhiasan, manik-manik serta tulang belulang. Itu semua dikarenakan Kebudayaan Kerajaan Segara Pasir dipengaruhi oleh egypt kuno (Mesir). Tak heran jika para pemburu harta menyebut Situs Buni dengan istilah “surga”.

4) Enam Monumen Bekasi

Tugu perjuangan rakyat bekasi atau Monumen Tonggak, merupakan salah satu dari . Foto: Eko/Bekasiurbancity
Tugu perjuangan rakyat bekasi atau Monumen Tonggak, merupakan salah satu dari enam Monumen yang ada di Bekasi. Foto: Eko/Bekasiurbancity
Pertama, ada yang dinamakan dengan “Monumen Tonggak”. Yang berlokasi di Jln. Veteran, depan Kodim 0507, Kota Bekasi. Mungkin mendengar dari namanya cukup aneh juga. Dan ternyata monumen ini cukup terawat. Tinggi monumen ini sekitar 5,8 m. Akan tetapi, jarang orang yang mengetahui jika tempat ini bersejarah. Karena tidak ada tanda petunjuk apapun jika tugu perjuangan tersebut menyimpan sejarah. Untuk itu, marilah kita kupas sedikit sejarah tugu tersebut. Konon, tugu tersebut dibawah pimpinan KH.Noer Ali pernah mengadakan rapat akbar yang diikuti oleh 40000 warga Bekasi pada tangggal 17 Januari 1950. Tak lain tujuan rapat tersebut untuk memisahkan diri dari Keresidenan Jatinegara menjadi Kabupaten Bekasi. Dan warga Bekasi setia terhadap Pemerintahan Republik Indonesia.
Kedua, terdapat monumen Tugu yang bertempat di pertigaan Jln. Agus Salim, Bekasi. Bangunan dasar Tugu tersebut adalah segitiga dan di kelilingi oleh rantai. Sedangkan bentuk monumen Tugu tersebut adalah segi empat yang berketinggian 210 cm. Juga puncak bangunan tersebut dinamakan kepala tugu yang berketinggian 75 cm. Dapat dibuktikan monumen ini memang bersejarah kepahlawanan. Mengapa? Karena di atas puncak tugu tersebut dilengkapi dengan pecahan pistol, sebuah pistol genggam milik pejuang, mortir, granat kanan, serta terdapat botol tanpa tutupditengah puncak tugu tersebut. Nah kawan, mengapa botol itu tanpa tutup? Konon, disana terdapat gulungan kertas nama para pahlawan Bekasi. Lalu, Monumen Tugu Bekasi itu dibangun pada tanggal 13 Desember 1949. Hal itu bertepatan dengan hari memperingati pembumihangusan Bekasi atau disebut “Bekasi Lautan Api”.
Ketiga, Monumen ini mungkin tidak terlalu asing, yang berada di bumi perkemahan Bekasi tepatnya kompleks GOR Bekasi Jln. A Yani. Yaitu monumen Tugu Pramuka atau monumen Tugu Perjuangan Rakyat. Dasar pembangunan tugu ini yaitu diatas kolam air berbentuk segi lima. Didepannya terdapat lima patung buah yang menggambarkan pancasila dan hari kemerdekaan. Sedangkan di belakangnya terdapat relief yang mengisahkan tentang perjuangan rakyat Bekasi dalam 4 periode. Namun monumen ini terkesan kurang terawat. Kadang, bila malam tiba anak muda sering menjadikan tugu tersebut sebagai tempat mesra karena suasananya yang remang-remang.
Keempat, dibangunlah sebuah monumen pada tahun 1966 yang luas bangunannya 8.350 meter persegi di Makan Pahlawan Bulak Kapal. Karena tak ada bukti apapun, kita tidak mengetahui siapa saja yang berada pada makam pahlawan tersebut.
Kelima, di Kabupaten Bekasi terdapat monumen Bambu Runcing yang berlokasi di kampung bongkok, desa suka danau, Kecamatan Cibitung. Pada tahun 1962 dibangun monumen tersebut oleh Leguin Veteran RI dengan bambu yang diisi dengan kayu. Jikakita telah lahir pada masa itu, pasti kita ikut berjuang bersama-sama.Dikarenakan tempat ini pernah menjadi tempat pertempuran hebat yang menewaskan banyak pejuang.
Keenam, monumen ini sering kita dengar dan tak asing lagi kedengarannya. Monumen tersebut terletak di samping jembatan kali Bekasi dan didekat stasiun Bekasi yaitu Monumen Kali Bekasi. Pernakah kalian mendengar kisah “Tragedi Kali Bekasi”? jika belum, seperti ini: Jadi, pada lokasi tersebut, tepatnya tangal 18 Agustus 1970 pernah terjadi pembantaian sekitar 90 tentara Jepang oleh pejuang bekasi. Lalu, Ir.Soekarno pun datang ke Bekasi untuk menenangkan rakyat agar tidak menjadi kerusuhan yang besar. Lokasi Kali Bekasi pun pernah menjadi tempat pemenggalan penjajah Belanda. Sehingga sempat merubah warna kali Bekasi menjadi merah pekat.

5) Gedung Juang

Gedung Juang tambun, Foto: Eko/Bekasiurbancity.com
Gedung Juang tambun, Foto: Eko/Bekasiurbancity.com

Nah, untuk bangunan sejarah yang ini, tentu kalian sudah tahu dan harus tahu. Bangunan ini sudah sekitar 10 tahun nampak kumuh, tak terawat, menyeramkan serta sepi. “Gedung Juang” itulah namanya. Jika senja tiba, segerombolan kelelawar keluar dari atap gedung tersebut.

Bangunan tersebut sudah tua, karena dibangun pada tahun 1910 oleh arsitektur neoklasik yang bernama Kow Tjing Kie.Pada masa kemerdekaan, Gedung Juang menjadi markas Republik Indonesia dan menjadi sasaran pesawat tempur Belanda. Menakjubkannya, ketika dilempari peluru meriam, bangunan tersebut tidak meledak atau hancur. Namun, hanya kerusakan kecil semata. Memang seharusnya bangunan tersebut sudah selaknya menjadi sebuah museum. Tetapi Pemerintah Kabupaten Bekasi belum pernah bertindak jauh.
Dari uraian diatas adalah sekedar pembahasan mengenai bangunan sejarah di Bekasi.  Banyak sekali kritik dari warga kota Bekasi tentang bangunan sejarah di Bekasi. Diantaranya mereka menginginkan Pemerintah Kabupaten Bekasi ikut berpatisipasi untuk menjaga kelestarian peninggalan-peninggalan monumen di Bekasi.
Redaksi Bekasiurbancity

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY