326 Papan Reklame di Bekasi Terancam Dirobohkan Karena Tak Bayar Pajak

326 Papan Reklame di Bekasi Terancam Dirobohkan Karena Tak Bayar Pajak

490
0
SHARE
Dokumentasi, Menjamurnya papan reklame di jalan Ahmad Yani, membuat Dinas Tata Kota Bekasi harus menata ulang jalan tersebut. Dalam perencanaannya, Dinas Tata Kota akan menetapkan peraturan yakni tinggi reklame tidak boleh lebih dari lima meter, reklame juga harus berbentuk neon box, dan juga tidak boleh mengganggu jalur pedestrian. Foto: Katama/Bekasiurbancity.com

Bekasi, Bekasiurbancity.com – Pemerintah Kota (pemkot) Bekasi, Jawa Barat, mengancam menebang 326 papan reklame di wilayah setempat. Sebab, pengusaha reklame tersebut diketahui belum membayar pajak kepada pemerintah. Hal tegas tersebut dilakukan guna menata papan reklame dan menekan angka kebocoran pajak reklame di Kota Bekasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, jumlah tersebut diketahui setelah pihaknya melakukan verifikasi ulang terhadap 1.145 papan reklame yang berdiri.

“326 Papan reklame berbagai ukuran terpaksa disegel karena belum membayar pajak,” kata Tri, Minggu (16/04/2017).

Tri mengatakan, jika pengusaha tak kunjung membayar pajaknya, pihaknya akan menutup papan reklame tersebut menggunakan kain putih. Jika masih tak diindahkan, pemerintah akan menebangnya.

“Ini merupakan bagian dari penertiban untuk menekan angka kebocoran pajak reklame,” ujar Tri.

Tri menambahkan, tahun ini pihaknya ditargetkan memperoleh pendapatan sebesar Rp 80 miliar dari pajak reklame. Meski ada sekitar 30 persen belum membayar pajak, pihaknya tetap berusaha merealisasikan target tersebut.

“Kami juga menemukan delapan reklame bando yang sudah habis masa kelolanya, sehingga akan diambil alih pemerintah,” kata dia.

NO COMMENTS

Comments are closed.